Puisi Hampa yang Tercipta

 Hampa yang Tercipta?

Oleh: Irafrasa

Ada manusia yang hampa

Banyak manusia yang bercipta

Yang hampa tidak pernah bertemu

Dengan sang senter

Yang bercipta tidak pernah bertemu

Dengan sang lampu jangkar

            Sang senter menjawab keluh kesah sang hampa

            Untuk apa aku menerangi suatu yang hampa?

            Sang lampu jangkar bersabda pada sang bercipta

            Kau tanpa kututurkan apa pun, pasti sudah amat mengerti


“Tengah Malam”

Oleh: Irafrasa

Menjelang subuh

Kau datang tanpa misuh

Membuat hati luluh

Bersamaan dengan senyum utuh

Hingga mata sayupku terbentang dengan rasa rikuh

Namun kau masih dan selalu tanpa rasa rikuh

            Kita sesama mengena putih

            Sedang Rama batik, pilih

            Di sebuah gedung warna putih

            Nan asing, tetapi itu kasih

Berjuang, meski haru menyampingkan

Ego

Mungkinkah aku tetap bertahan?

Menjalankan kebahagiaan?

Atau bergulungan?

            Di tengah malam

            Ketika aku sudah makan malam

Tanpa kau temani, kelam

Ku dengar suara temaram

Seketika lengkungan senyumku bergumam

Lelahkah engkau wahai pejuang tanpa padam?

Ku mendoa dengan-Nya

Komentar